skip to Main Content
Wanatani Kopi Robusta Dengan Alpukat Di Desa Brenggolo

Wanatani Kopi Robusta dengan Alpukat di Desa Brenggolo

Awal tahun ini istilah wanatani atau yang sering disebut sebagai agroforestry semakin populer digunakan. Salah satunya karena ajakan dari Presiden Jokowi ketika berkunjung ke Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Wonogiri pada 15 Februari 2020. Namun wanatani kopi robusta di Desa Brenggolo dan daerah lain di Wonogiri sudah muncul sejak jauh hari.

Siti Nurbaya Bakar, Menteri LHK memaparkan tentang konservasi DAS Bengawan Solo kepada Presiden Jokowi.
Siti Nurbaya Bakar, Menteri LHK memaparkan tentang program konservasi DAS Bengawan Solo kepada Presiden Jokowi.

Wanatani bisa dikatakan serupa dengan tumpang sari, yakni pelibatan dua jenis atau lebih tanaman pada satu areal lahan tanam. Namun pada wanatani, areal lahan yang digunakan adalah hutan, di mana tanaman hutan dipadukan dengan tanaman jangka pendek. Termasuk di dalamnya adalah tanaman kopi.

Ada banyak pertimbangan dalam menentukan jenis tanaman yang cocok untuk disandingkan dalam satu lahan. Tidak saling berebut unsur hara yang sama, tidak saling menghambat pertumbuhan atau mematikan (alelopati) dan banyak faktor lain.

Kenapa alpukat

Khusus untuk wanatani kopi robusta di Desa Brenggolo ini, selain dua hal tersebut kami menambahkan parameter lain. Setelah berdiskusi dengan Pak Yahmin, salah satu anggota kelompok tani kopi Argo Wilis, disepakatilah menambah alpukat sebagai pendamping kopi. Dengan alasan tanaman alpukat bisa menjadi penaung untuk kopi robusta dan waktu panen yang berbeda. Selama ini sudah ada beberapa tanaman lain sebagai pendamping kopi, semisal cengkeh.

Kopi robusta di Desa Brenggolo seperti pada umumnya, mulai dipanen antara bulan Mei/Juni sampai Agustus/September. Sedangkan alpukat dipanen pada musim hujan yakni di bulan Desember, Januari dan Februari. Dua alasan tersebut yang meyakinkan kami untuk memilih alpukat sebagai tanaman pendamping wanatani kopi robusta.

Sejumlah Bibit tanaman alpukat dari BPDASHL Solo.
Bibit tanaman alpukat dari BPDASHL Solo.

Gayung bersambut, di saat yang sama BPDASHL Solo sedang mengadakan program pembagian bibit produktif untuk mendukung konservasi DAS Bengawan Solo. Kelompok Argo Wilis segera membuat proposal dan kami ajukan ke kantor CDK XI Wonogiri guna diteruskan ke BPDASHL Solo.

Konservasi Ekologi dan Ekonomi

Skema wanatani/agroforestry yang memadukan penanaman tanaman kehutanan dengan tanaman pertanian memiliki tujuan untuk konservasi ekosistem. Baik itu konservasi ekologi sekaligus juga konservasi ekonomi.

BPDASHL Solo selaku pengelola Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo mendapat mandat untuk melakukan konservasi Waduk Gajah Mungkur secara holistik. Holistik di sini berarti melakukan penanganan dari hulu ke hilir dengan melibat sertakan Pemerintah Daerah dan terutama masyarakat.

Memilih bibit pohon alpukat yang akan ditanam di Desa Brenggolo.
Memilih bibit pohon alpukat yang akan ditanam di Desa Brenggolo.

Program pembagian bibit produktif dan Kebun Bibit Rakyat (KBR) adalah salah satu wujud usaha konservasi yang dilakukan. Setelah proposal masuk terlebih dahulu dilakukan seleksi dan observasi lapangan untuk meninjau komitmen masyarakat penerima progam. Diharapkan program tersebut dapat berjalan maksimal karena keterlibatan langsung masyarakat sejak proses pemilihan tanaman.

Semakin banyak yang ikut mendukung

630 bibit pohon alpukat didistribusikan pada tanggal 18 Maret 2020 di Kantor CDK XI (Cabang Dinas Kehutanan) Wonogiri. Namun karena musim tanam sudah mulai habis, petani menyepakati untuk merawatnya terlebih dahulu dan akan ditanam musim tanam tahun depan.

Terpilihnya Desa Brenggolo sebagai salah satu penerima program bibit produktif tentunya juga menjadi bukti bahwa pergerakkan Wonogiri Nduwe Kopi dipandang baik dan bisa dipercaya oleh banyak pihak termasuk BPDASHL Solo.

Bahkan ke depan juga akan ada kerja sama dengan Persemaian Permanen milik BPDASHL Solo. Sejumlah besar bibit kopi lokal Wonogiri akan disemai di Persemaian Permanen untuk sebagian dikembalikan mendukung Wonogiri Nandur Kopi. Harapan kami tentu perhatian semacam ini bisa berlangsung jangka panjang dan dengan sepenuh hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top