Memasyarakatkan Kopi Wonogiri Lewat Pesta Rakyat Wonogiri 2019
Dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri yang ke-278, salah satu acara yang digelar oleh Pemkab Wonogiri adalah Pesta Rakyat Wonogiri 2019. Acara yang berlangsung selama 5 hari dimulai dari tanggal 30 April dan berakhir pada hari ini 4 Mei 2019, berlangsung cukup ramai dan meriah.
Selain hiburan di pangung utama yang berbeda setiap harinya seperti campur sari, reog, musik rohani dan festival band, juga ada stand kuliner menampilkan aneka olahan UMKM lokal Wonogiri serta makanan minuman modern.
Wonogirich bersama pegiat kopi Wonogiri lainnya seperti Kowi dan Widji Kopi juga turut mengisi salah satu stand yang digunakan bersama untuk memperkenalkan beberapa varian kopi lokal asli Wonogiri, dari jajaran pemilik kedai kopi ada Sunny Story Cafe dan Kopilogue. Dikarenakan saat ini belum panen, pada acara ini tak banyak kopi yang bisa kami hadirkan untuk dinikmati pengunjung.
Kopi Pak Sular yang biasanya menjadi andalan, hanya muncul di hari terakhir dikarenakan belum masuk musim panen, sebagai gantinya, Arabica Girimarto dan Liberica Girimarto menjadi primadona, tentu untuk robusta tetap Robusta Brenggolo yang menjadi andalan. Turut meramaikan, pertama kalinya ikut di acara kopi di Wonogiri yakni Robusta Karangtengah yang dibudidayakan dan diolah oleh Hulu Bengawan Solo Coffee.

Interaksi dengan pengunjung
Dalam 4 hari acara (hari ke-5 tidak ada stand kuliner karena khusus untuk penampilan band musik GIGI) mungkin stand kami adalah yang paling sepi transaksi jual beli, namun kami menjamin bahwa lapak Sobat Kebun komunitas kopi Wonogiri sebagai yang paling banyak terjadi tukar cerita dengan pengunjung, khususnya berbagi cerita dan edukasi tentang kopi lokal Wonogiri.
Cukup banyak pertanyaan yang diajukan ke kami mulai tentang sejarah kopi di Wonogiri, daerah penghasil kopi, proses pengolahan, cita rasa kopinya sampai di mana bisa mendapatkan kopi lokal Wonogiri seusainya acara Pesta Rakyat Wonogiri 2019. Satu hal yang menjadi pembelajaran bagi kami bahwa teman-teman yang mempunyai usaha pengolahan kopi lokal belum mempunyai sarana promosi yang memadai.

Mengutamakan Hulu daripada Hilir
Memang tujuan Wonogirich dan teman-teman mengikuti acara ini bukan untuk mengejar omzet penjualan, tetapi lebih kepada memasyarakatkan kopi Wonogiri lewat pesta rakyat ini. Tentu kami tidak memberi secara gratis kopi kami ke pengunjung, karena kami juga berharap tumbuhnya kesadaran dari masyarakat Wonogiri untuk turut mencintai dan mendukung berkembangnya potensi daerah.
Dengan berinteraksi menjelaskan tentang potensi kopi di Wonogiri, kami tentu juga berharap antusias dar masyarakat Wonogiri akan bisa memberikan suntikan semangat bagi kami dan terutama untuk petani kopi di Wonogiri, sebagai sebuah tindak lanjut dari Wonogiri Nduwe Kopi.
Kehadiran pegiat kopi Wonogiri di acara Pesta Rakyat Wonogiri 2019 adalah sekaligus bukti kerukunan, dan komitmen kami untuk tetap mengutamakan proses perbaikan panen dan pasca panen di hulu, mendahulukan giat penanaman untuk memperbanyak jumlah pohon kopi produktif, bukan melulu mengejar suport dan bantuan di hilir untuk kepentingan kami semata.

arabica atau robusta
selalu ada cerita
dalam setiap cangkir kopi
yang kita nikmati
